Kamis, 21 Mei 2015

Cara Menyetel Musik dengan Equalizer - Bermain Nada Suara dengan Equalizer Sound System



.

Bermain Nada Suara dengan Equalizer Sound System - Kita sudah tak asing lagi mendegarkan kata Equalizer (EQ) dalam sound system. EQ adalah peralatan audio system yang berfungsi untuk meng-cut off nada atau frekuensi pada lebar bidang suara tertentu, atau alat untuk melebarkan dan meredam nada tertentu pada lebar pita suara. Pita suara (bandwidth) yang bisa didengar oleh manusia dimulai pada frekuensi 40 Hz sampai 16 Khz. Lebar pita suara inilah yang menjadi patokan pabrik untuk mendisain 'band suara' pada Equalizer.

Cara Menyetel Musik dengan Equalizer

Equalizer Audio Sound system ini mengambil prinsip Elektronik tentang filter yang kita kenal dengan LPF (Low Pass Filter, HPF (High Pass Filter), dan BPF (Band Pass Filter). Sebuah LPF (Low Pass Filter) hanya memodifikasi sinyal audio dengan menghilangkan frekuensi tinggi. HPF dalah kebalikan dari LPF ini. Saya sebut sebagai 'bermain' bermaksud adalah dengan mengatur peralatan ini membuat reaksi antara anda dengan peralatan ini yang menimbulkan efek senang pada telinga anda, tentu pada saat anda menyetel peralatan ini dalam mendengarkan musik. Ada baiknya tidak membesarkan Volume Amplifier anda saat anda menaikkan range bandwidth Equalizer anda supaya tidak merusak Loudspeaker.

Sebuah high-pass filter memodifikasi sinyal hanya dengan menghilangkan frekuensi yang lebih rendah. Jadi filter low-cut digunakan untuk menghilangkan sinyal suara infrasonik dari sebuah sinyal audio yang dapat mengkonsumsi Power Amplifier yang tidak semestinya. Ini dapat menyebabkan keluaran bunyi yang berlebihan pada Loudspeaker. Jadi-potong tinggi atau mendesis filter yang dapat digunakan untuk menghilangkan mengganggu kebisingan dengan mengorbankan kerenyahan dari materi suara.

Jenis-jenis Equalizer Sound System

Dahulu, secara umum kita hanya mengenal Equalizer terdiri dari beberapa susunan 'VR Slider' yang bisa diatur nadanya dengan cara menaikkan dan menurunkan posisi potensiometer (VR) ini. Tiap satu Potensiometer berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan satu range nada saja, misal 40 Hz. Potensiometer kita sebut sebagai VR (Variable Resistor). Kita dulu mengenal EQ ini terdiri dari misalkan 8 buah VR Slider saja tiap kanal. Ini berati 8 untuk di sebelah kiri (L) dan 8 di sebelah kanan (R). 1 buah VR berarti mewakili untuk satu Band nada yang akan kita atur.

Oktaf range pada Equalizer pada umumnya dapat menurunkan lebar dan sempit frekuensi misalkan satuan -15 dB bawah dan 15 dB atas, -15, 0, +15. Nol menunjukkan sebagai posisi tanpa cut off atau posisi normal. Artinya nada yang masuk ke perangkat ini tanpa ada perubahan. Satu pita band pada EQ rumahan kadang bertuliskan 32, 64, 120, 250, 500, 1K, 2K 4K,8K, 10K. Semakin banyak urutan VR slider yang Anda miliki di EQ Grafis, maka kontrol pada frekuensi musik yang kita mainkan akan semakin respon.

Ini adalah pengenalan tentang cara setting saja agar anda mengerti maksud dan kegunaan peralatan sound system ini.

1. Graphic Equalizer

Lihat gambar berikut
Equalizer Sound System
Dalam Equalizer grafis sinyal input dikirim ke blok-blok filter audio. Blok ini terdiri dari komponen OP Amp Quad dan beberapa RC (Resitor dan Capacitor). Setiap filter hanya memproses satu sinyal audio dalam rentang frekuensi sendiri atau band. Amplitudo yang melewati setiap filter dapat diatur menggunakan potensiometer geser (VR Slider). VR Slider ini berguna untuk menaikkan atau menurunkan frekuensi yang melewati filter-filter RC. Posisi vertikal setiap VR Slider demikian menunjukkan keuntungan yang diterapkan pada band frekuensi sehingga tombol-tombol menyerupai grafik respon Equalizer ini diplot terhadap frekuensi.

Equalizer grafis juga mengimplementasikan fungsi penyaring orde dua dengan cara yang lebih dalam pengoperasian. Prinsip ini memiliki fleksibilitas yang tidak begitu sempurna. Peralatan ini didasarkan pada blok RC filter yang mencakup spektrum audio pada 30 band frekuensi audio. Setiap filter OP AMP orde dua memiliki pusat frekuensi tetap dan Q yang disesuaikan. Kita dapat menaikkan atau menurunkan masing-masing VR slider, kondisi ini mirip seperti grafik dari respon frekuensi yang ingin kita atur.

2. Equalizer Parametrik

Equalizer ini memiliki satu atau lebih bagian yang masing-masing menerapkan fungsi filter orde dua. Ini melibatkan tiga penyesuaian:
  • Pemilihan frekuensi pusat (dalam Hz),
  • Penyesuaian Q (penguatan) yang menentukan kepekaan pada range bandwidth,
  • Kontrol yang menentukan berapa banyak frekuensi relatif tersebut dapat didorong dan dipotong terhadap frekuensi jauh di atas atau di bawah frekuensi pusat yang dipilih.
Dalam Equalizer Parametrik tidak ada kontrol untuk bandwidth, kondisi hanya yang dipilih antara dua preset menggunakan fungsi switch. Dalam equalizer kuasi parametrik, bandwidth tergantung pada gain tingkat. Dengan meningkatnya gain, bandwidth akan lebih luas.

3. Equalizer Modern - Digital

Mungkin anda pernah melihat fasiltas ini pada Winamp di komputer anda. Anda dapat bermain nada dengan cara merubah posisi Slider dan anda dapat mendengar respon bunyi secara langsung di telinga anda. Sekarang ini tersedia juga paket Equalizer Grafis dengan mode 'mousing' (mengatur posisi kursor) pada display layar. Mungkin sekarang anda dapat mengatur posisi ini hanya dengan menyentuh layar untuk menggeser posisi slider band audio.

Penutup
Dalam perkembangannya, Equalizer (Digital) ini dapat kita atur dengan hanya melihat pilihan menu yang sudah diset oleh pabrik. Kita hanya memilih beberapa preset yang sudah disimpan oleh produsen. Kalau mau berimprovisasi dan anda memahaminya, maka itu tak jadi masalah. Namun perlu diperhatikan bahwa menaikkan range bandwidth berakibat akan menaikkan gain audio, oleh sebab itu kecilkan dahulu suara musik anda sebelum menaikkan posisi slider.
Mudah-mudahan pembahasan peralatan aksesoris sound system tentang Equalizer ini beranfaat untuk anda.

Catatan
Sebagian orang kadang menaikkan level band antara 8 sampai 16 Khz sampai ke posisi puncak (maksimal) dengan anggapan mendapatkan dentingan suara tinggi pada tweeter. Sementara itu mereka juga menaikkan Treble pada Amplifier. Malahan mereka juga mendengarkan musik dalam level yang cukup kencang. Kondisi ini cukup memaksa Horn Tweeter dan Amplifier bekerja maksimal. Nada tinggi yang kita dengarkan juga membuat pendengaran kita berdenging. Apabila anda menaikkan Treble pada Ampli dan menaikkan 10-16 KHz tidak didapati dentingan yang bagus maka ini berarti bahwa Horn Tweeter anda tidak merespon nada high yang terlalu tinggi. Coba ganti Horn anda dengan Tweeter yang lebih bagus dan berkualitas, mungkin harga agak lumayan mahal.

Apakah anda ingin melihat tentang Cara Instalasi Sound System yang lainnya?

Terimakasih atas kunjungan anda....


.

Share this

Artikel Terkait