Sistim Instalasi Mixer Sound System untuk Fasilitas Umum

Halloo semua, apa kabar?
Dengan membaca secara rinci artikel menggunakan Mixer pada Sound System untuk fasilitas umum hingga selesai mudah-mudahan dapat membuat anda mengerti tata cara mempraktekkan peralatan ini dalam kehidupan anda (praktek yang mudah dimengerti). Memang, sound system dengan menggunakan corong memiliki radius suara yang cukup jauh an cukup jelas. Mari kita simak secara detail di bawah ini.

Bila Anda Menggunakan Sound System TOA

Peralatan Paket audio merek ini cukup simple dalam instalasi dan pemakaian. Banyak digunakan di area tertentu misalnya di sekolah, tempat peribadatan (masjid), di terminal bis atau juga di area pasar terbuka. Biasanya orang menggunakan Ampli 'bermerek' perpaket dalam penggunaan di tempat peribadatan, misalnya di masjid. Rata-rata mereka menancapkan Microphone langsung ke Amplifier ini. Yang dimaksud dengan perpaket di sini adalah perangkat ini terdiri dari Ampli dan corong speker (Horn Speaker). Paket inilah yang seharusnya dinamai sound system karena mencakup beberapa peralatan yang saling berhubungan untuk pengolahan sumber bunyi sehingga bisa didengar oleh telinga manusia. Di dalam tempat peribadatan biasanya orang memparalelkan beberapa Horn speaker yang terdiri dari 4 buah corong yang ditempatkan pada area tertinggi misalnya menggunakan tower atau diletakkan pada atap kubah masjid. Penyambungan kabel harusnya adalah menghubungkan semua positif corong dan negatif dengan negatif, kemudian kabel ini dikoneksikan pada out SP(speaker) pada Ampli. Selain speker corong kadang dikombinasikan dengan Column Speaker yang ditempatkan dalam ruang masjid, nanti kita bahas di bawah ini. Apabila dinginkan kita bisa menggunakan Mixer audio untuk mencampur sinyal bunyi dari masing-masing microphone ke Ampli.

Penyetelan dalam Penggunaan Ampli Bermerek

Karena peralatan ini cukup simpel maka cara penginstalan dan penyetelan bunyi juga cukup bisa anda tangani. Anda tinggal menghubungkan Out dari Ampli ke corong, kemudian untuk Microphone anda tinggal menancapkan pada channel yang anda inginkan, gunakan jack TR (phone). Untuk mik anda tancapkan pada bagian belakang body Ampli ini. Atur Volume input sampai didapati suara yang cukup kuat. Di Ampli ini juga kita bisa menyetel Tone bunyi yaitu bass dan middle high.

Toleransi dan Impedansi Output Speaker Corong (OTL)

Di dalam pengeras suara 'bermerek standar' yang lazim digunakan orang biasanya terdapat Transformer Coil untuk penyesuai impedansi. Istilah teknik disebut Output Transformer Less (OTL). Transformer ini berguna untuk penghubung getaran bunyi (couple) dari penguat audio pada Amplifier ke Loudspeaker. Output ini terdiri dari 4 ohm, ada juga impedansi lain yaitu 21 ohm (70V) dan 42 ohm(100V). Pada output SP corong terdapat impedansi output yang dapat disesuaikan dengan total jumlah paralel corong speker. Speker corong berimpedansi 16 ohm perunit. Apabila anda menggunakan 2 unit berarti jumlah impedansinya adalah 8 ohm, ini berarti terjadi pembagian pada impedansi (16 ohm/2=8 ohm), kalau anda menggunakan 4 buah corong berarti impedansi corong ini bernilai 4 ohm.

Output Impedansi Ampli Toa

Impedansi adalah hampir sama dengan tahanan/ hambatan (Resistance) namun dikhususkan untuk penggunaan 'coil' pada komponen Elektronika. Selain diparalelkan ada metode lain dalam menghubungkan speker corong ini, yakni diserikan. Bila kita menyerikan kabel speker ini maka terjadi nilai perkalian (jumlah speker) pada impedansi corong. Maksud dalam hubungan seri pada koneksi speker adalah menghubungkan kutub positif pada salah satu speker ke kutub negatif pada speker yang lainnya, (+) ke (-) dan seterusnya. Bila anda menserikan dua buah speker corong akan membentuk nilai impendasi sebesar 16x2 = 32 ohm. Kondisi ini jarang dipraktekkan oleh teknisi sound.

Penempatan Corong Speaker TOA di tempat Peribadatan

Rata-rata speker ini menggunakan 4 buah corong yang ditempatkan (misalkan di menara mesjid atau sekolah) dengan sudut berdasarkan arah mata angin (timur, barat, selatan dan utara). Sebaiknya dalam penempatan corong ini tidak memasangnya terlalu lurus (180 derajat) di atas menara, usahakan sedikit turun/ miring ke bawah, coba tempatkan pada sudut 130 - 160 derajat. Apabila telalu lurus maka ruang tembak bunyi akan mengarah lurus ke depan. Kondisi ini tentu berakibat suara kurang kuat (samar-samar) di area terdekat. Apabila menginginkan pemasangan corong speker dengan jumlah di atas 4 unit maka penempatan corong ini lebih bagus menggunakan kelipatan ganda, artinya apabila salah satu menara terdiri dari 4 unit maka menara yang lain juga harus terdiri dari 4 unit juga. Selian itu kita harus menggunakan 2 buah Power Amplifier OTL bermerek. Apabila masjid memilki 4 menara dan anda menginginkan untuk dipasang corong speker di tiap menara, maka kita membutuhkan yaitu ; 4 buah SP x 4 menara = 16 buah Horn Speaker dan 4 buah Power Ampli Output Transformer dengan karakteristik dan model yang sama. Untuk pengkabelan adalah semua speker dihubungkan paralel yaitu positif ke positif dan negatif ke negatif. Tiap menara cukup menurunkan satu kabel speker ke arah Amplifier, warna merah sebagai positif dan hitam sebagai negatif. Menurut pengalaman saya saat menkoneksikan 4 buah corong speker ke satu buah Amplifier maka saya lebih memilih menggunakan output 4 ohm pada Power Ampli, suara cukup lumayan kuat namun cukup lembut. Hubungkan kabel positif (warna merah) dari speker ke jalur (+), dan negatif (kebel warna hitam) ke COM. Mungkin ini pertanyaan anda semua yaitu bagaimana menghubungkan semua input Power Amplifier terhadap Microphone yang ingin dikeluarkan bunyinya. Saya sarankan agar anda melihat page per page halaman situs ini agar didapati informasi yang berguna bagi kemajuan kita semua.

Menginstalasi Mixer dengan Deretan Sound System Bermerk TOA

Setelah peralatan diatas telah anda seting dangan bagus dan rapi, maka kita ke tahap berikutnya yaitu cara menghubungkan Ampli di atas dengan pencampur kanal audio (Mixer). Pilihlah Mixer Audio dengan kualitas handal dan fasiltas yang cukup lengkap, lebih bagus di dalamnya tersedia fasilitas FX, SUB Out, AUX send dan Sereo channel. Usahakan minimal terdapat 6 (enam) Channel Monaural (Mono) sebagai input microphone anda. Mudah-mudahan anda sudah cukup mahir dalam pengoperasian peralatan soundsystems ini. Bila menggunakan FX suara usahakan tidak mengeluarkan kadar level yang tinggi, ini berakibat kita tidak bisa mendengar secara detail suara dari pembicara (voice), jangan menggunakan efek bila akustik ruang telah menerima pantulan bunyi, ini biasanya di gedung. Gunakan penyuaraan FX pada sesi Reverv atau Hall pada area terbuka dalam penempatan speker atau ruang yang tidak bergema. Proses instalasi untuk menkoneksikan out Mixer ke Amplifier ada berbagai cara.

Kita ketahui bahwa audio mixer sudah dirancang dengan fasilitas stereo (dual output) yang terdiri dari kanal kiri dan kanal kanan. Kita anggap corong speker adalah 'Outdoor Speaker' yang terdapat 4 buah SP (Speaker) dengan satu buah kabel penghubung ke arah Ampli. Ini berarti bahwa hanya satu kanal saja, cenderung jalur Mono. Jadi kita hanya menggunakan satu kanal saja pada out Mixer. Apabila anda menggunakan 2 buah Power Amplifier dan 8 (delapan) corong speker maka anda dapat menghimpunnya menjadi 2 kanal terpisah. 'Ampli 1' sebagai kanal Kiri dan 'Ampli 2' sebagai kanal Kanan, Ampli 1 kita tancapkan pada Out Mixer bagian (L) dan Ampli 2 pada bagian (R) pada main output Mixer. Pada input Ampli anda hubungkan dengan INPUT AUX 1 pada masing-masing Amplifier ini. Gunakan jack RCA seperti pada gambar di bawah ini. Atur level AUX 1 pada panel Volume control, level dapat anda sesuaikan dengan kadar bunyi yang dikeluarkan (coba set di posisi tengah). Tone (LOW dan HIGH) kita posisikan pada arah jam 12 (tengah). Pada master Volume Ampli OTL (Output Transformer Less) dapat anda buka pada posisi arah jam 3. Semua Microphone harus anda tancapkan pada channel Mixer lalu anda atur level suaranya.

AUX Input position

instalasi Indoor Speaker System - Column Setting

Oh ya, untuk column speker juga memerlukan Amplifier tersendiri, speker ini ditempatkan pada area indoor. Kita bisa menghubungkannya pada SUB out pada mixer atau bisa juga AUX send. Semua memiliki pengaturan level tersendiri. Atur kadar suara yang anda inginkan namun jangan sampai feedback.

Cara Pendistribusian Suara dari Mixer ke Speaker System

Pendistribusian output suara antara indoor (column) dan outdoor(corong) dari mixing output ke Power Amplifier bisa anda lakukan seperti hal di bawah ini;
  • Untuk Input Outdoor Amplifier kita hubungkan ke Main Output, jalur Kiri(L) kita sambungkan pada Ampli 1, jalur kanan(R) kita sambungkan ke Ampli 2.
  • Bila menggunakan hanya satu buah Amplifier outdoor untuk 4 unit speker yang diparalel maka kita dapat menghubungkan hanya pada satu kanal saja, misalkan hanya pada Main Out bagian R atau hanya pada bagian Out L saja.
  • Untuk Amplifier Indoor (speaker column) anda bisa menghubungkannya ke SUB out pada Mixer atau bisa pada output AUX. Di sini anda harus bermain dengan AUX channel pada masing-masing channel dan mengatur bukaan level master Aux di Mixer. Sebaiknya bertahap dalam menyetel peralatan ini. Kita bisa memulai untuk mengetes (check sound) outdoor terlebih dahulu. Jadi Indoor Amplifier kita matikan dahulu. Bila Outdoor sudah bagus maka anda matikan Outdoor Amplifier dan menghidupkan bagian Indoor Amplifier. Lakukan setiing volume pada Amplifier dan aux send di Mixer tanpa merubah posisi EQ (Tone Control) Mixer. Bila sudah sempurna coba anda hidupkan semua Amplifier anda dan coba bersuara ulang di mikropon. Bila terjadi feedback (storing) kecilkan master volume di Amplifier saja.

Kesimpulan
Diharapkan setelah anda membaca artikel pada postingan ini mudah-mudahan anda dapat memetik manfaat yang dapat anda pergunakan dalam praktek anda.
Selamat mencoba.
Baca juga tentang : Master Controller FOH (Front of House) Audio Mixer.
Semoga bermanfaat.

Tags :