Senin, 25 Januari 2016

Alternatif Memilih Crossover dan Digital LMS untuk Speaker System


.

Alternatif dalam Memilih Crossover dan Digital LMS untuk Speaker System - Respon audio yang bisa didengar oleh telinga kita dimulai dari nada 20 Hz hingga 16 Khz. Range bandwidth inilah yang akan dikeluarkan oleh komponen speaker untuk mengeluarkan suara yang telah mengalami tingkat penguatan. Sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam speaker system terdapat beberapa jenis driver speaker dan kita dapat melakukan penerapan dalam penggunaannya yaitu;

  • Horn (Tweeter) Driver
  • Middle Driver
  • Woofer Driver, dan
  • Sub Woofer Driver
Kita tahu bahwa speaker memiliki respon frekuensi yang berbeda-beda walaupun dalam bentuk dan ukuran yang berbeda pula. Ada driver speaker yang hanya mengeluarkan nada middle dan tak mungkin bisa mengeluarkan denting halus suara Cymbal atau hi Hat. Demikian juga untuk Horn Driver (Tweeter), driver ini takkan mungkin bisa mengeluarkan nada Low (bass). Oleh sebab itu mereka memerlukan sumber sinyal tersendiri via Amplifier. Maka untuk memisahkan/ distribusi itu kita akan membahas tentang Crossover.
Dalam pembahasan ini kita akan melihat maksud dan fungsi Crossover serta apa saja jenis-jenis Cross over.

Maksud dan Fungsi Crossover

Cara memilih Crossover yang Bagus Untuk Sound System - Crossover adalah salah satu bagian dari peralatan sound system sebagai pengolah distribusi audio dalam memisahkan range frekuensi suara.
Definisi Crossover audio adalah merubah pensetingan audio yang bernilai tetap dalam memisahkan band audio untuk dicampur kembali (seperti dalam pengolahan multiband).

Tugas Crossover audio yang ideal akan membagi sinyal masuk audio ke band terpisah yang tidak saling overlap atau berinteraks dalam menghasilkan sinyal output. Hasil olahan sinyal output relatif sama dengan sumbernya, artinya tidak mengubah frekuensi, fase respon dan memiliki level yang konstan. Di tangan kitalah pensetingan dalam respon sinyal dan pelevalan (besar kecil suara) dapat diubah.

Crossover audio memisahkan band audio pada Loudspeaker tidak ada persyaratan karakteristik matematis yang cocok dalam Crossover itu, respon frekuensi dan fase dari driver Loudspeaker dalam mounting akan memudarkan seluruh hasilnya. Output yang bagus dari sistem yang lengkap terdiri dari Crossover audio dan driver Loudspeaker di dalam desain wadah (kabinet). Tujuan menggunakan Crossover adalah membentuk karakteristik filter asimetris yang tidak ideal.
Maksud dan tujuan lainnya dalam penggunaan Crossover adalah membuat suara yang dihasilkan dapat terdefinisi dengan jelas disamping berfungsi untuk mengamankan driver Loudspeaker dari kerusakan yang diakibatkan oleh  tidak sesuainya respon frequency yang masuk ke High End ini.

Jalur Range Frekuensi pada Crossover

Saya sudah pernah membahas secara rinci tentang teori pengenalan Crossover yang terdiri dari 2 type yaitu aktif dan pasif. Dalam pengolahan distribusi suara pada Crossover dibagi dalam jalur range frekuensi;
  • Freq tinggi akan dimasukan ke Speaker Twitter (Horn drver dengan range frekuensi 3 KHz - 16 KHz
  • Freq menengah akan dimasukan ke driver Speaker Mid-Range (antara 700 Hz - 3KHz)
  • Freq rendah dimasukan ke driver Speaker Woofer (antara 20 Hz - 700 Hz)
Crossover Sound System

Definisi Passive Crossover

Passive Crossover terletak dalam satu enclose (wadah) speaker untuk membagi Freq High, Freq Menengah, dan Freq Rendah ke masing-masing driver speaker di kotak speaker tersebut. Peralatan untuk filtering di dalamnya menggunakan komponen pasif berupa Resistor, Coil dan Capacitor untuk memisahkan band frequensi. komponen pasif di dalam modul ini tidak membutuhkan catu daya listrik.

Definisi Active Crossover

Pada Crossover aktif akan memisahkan seluruh sinyal audio sebelum masuk ke Amplifier. kita dapat mengatur besar atau kecilnya level Amplifier sehingga terdengar ke speaker. Modul peralatan elektronik yang digunakan pada Crossocer aktif terdiri dari Quad IC Op-Amp dan filtering komponent pasif R, L dan C dalam hitungan matematis dalam membagi/ memisahkan frekuensi. Karena menggunakan IC Op Amp maka modul ini memerlukan Regulator atau supplai listrik DC agar dapat berfungsi.
Model, type, pendistribusian jalur suara (dalam WAY) dan fitur menu pada Crossover kini semakin canggih. Dari segi kemampuan dapat memisahkan frequency audio memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Dalam memisahkan jalur band suara, crossover dibagi dalam beberapa pendistribusian misalnya 3 jalur (3 ways)  yang dapat memisahkan 3 band frekuensi audio (Low, Mid, dan High). Ada juga Crossover 4 ways yang dapat memisahkan menjadi jalur 4 band frequency audio (Sub Woofer, Low, Middle, dan High).

Keuntungan dan Kekurangan Active Crossover dan Passive Crossover

Berikut ini kita akan membahas keuntungan menggunakan aktif crossover dan pasif crossover.

1. Crossover Pasif

  • Kelebihan
    Dari segi harga Passive Crossover lebih murah dan lebih mudah dalam pensetingan dan pemasangan. Modul ini dipasang di dalam Enclose (box) Speaker.
  • Kekurangan
    Crossover pasif terdiri dari komponen Resistor, Lilitan dan Capacitor. Level suara dari Amplifier kadang terjadi Drop sehingga sinyal dari Amplifier tidak maskimal masuk ke Loudspeaker. Pola ini dikarenakan sinyal suara telah dibatasi oleh komponen Resistor dan Coil yang dibumikan (grounding).
  • Pergunakanlah crossover ini hanya pada unit speaker pada sound system ruangan.

2. Crossover Aktif

  • Kelebihan
    Hitungan matematis akurat yang dilakukan komponen RC dan Op-amp membuatnya lebih detil dalam memisahkan frekuensi suara. Frekuensi suara ini juga bisa diatur lebar band-nya karena terdapat Variable Resistor dalam konfiguraasi Op-amp dan RC (Resistor Capasitor). Op amp memerlukan asupan listrik DC yang ditempatkan dalam kotak yang sama.
  • Kekurangan
    Crossover aktif memisahkan sinyal audio dan kemudian dikuatkan oleh Amplifier hingga ke driver speaker yang sesuai. Jadi, kita memerlukan banyak Power Amplifier dalam sound system kita. Channel Out yang digunakan dalam menyalurkan sinyal ke Amplifier dalam penggunaan Crossover active terlihat cenderung rumit.

Saran untuk anda

Bila meninjau dari aspek bunyi dan kualitas suara yang dikeluarkan oleh speaker system, maka saya lebih cenderung untuk mengajak anda menggunakan Crossover Aktif namun anda memerlukan banyak Amplifier. Bagi saya tak mengapa. Sekarang tersedia Blok Modul Kit Power Amplifier rakitan yang dapat anda rakit dengan biaya yang lebih murah.


Digital LMS (Loudspeaker Management System)

Pengolahan Audio secara digital menjadi prioritas dalam perkembangan peralatan audio. Peralatan audio Digital dibuat semudah mungkin dalam pengoperasian dan setup MENU. Sekarang orang mengembangkan sistim kerja Crossover yang Multifungsi, di dalamnya terdapat konfigurasi atau penggabungan dalam pendistribusian dan pengolahan grafik range audio.
Digital LMS (Loudspeaker Management System)

Penerapan Crossover pada saat ini menggabungkan antara dan Equalizing dan Audio Distributor, artinya melakukan proses pengaturan frekuensi (EQ) audio yang sekaligus berfungsi juga sebagai pembagi sinyal keluaran audio (Crossover) yang kemudian diteruskan ke bagian HIGH END (Amplifier dan Speaker system/ Loudspeaker). Crossover dalam unit LMS (Loudspeaker Management System) memiliki kemampuan yaitu dapat memisahkan jalur audio hingga 6 jalur dan juga telah diatur Equalizing-nya.

Jika anda akan merancang sound system untuk lapangan terbuka atau sound system untuk pertunjukan maka gunakanlah Active Crossover karena dapat menghasilkan kualitas suara yang bermutu. Tetapi jika sound system atau speaker system anda dipakai dalam ruangan/ gedung maka pemakaian Passive Crossover bisa diterapkan.

Baca juga artikel sebelumnya tentang : Alternatif Memilih Crossover dan Digital LMS untuk Speaker System

Penutup
Terimakasih atas kehadiran anda pada halaman Peralatan Sound System ini.
Demikian pembahasan kita tentang cara Alternatif dalam Memilih Crossover untuk Sound System [Digital LMS].


.

Share this

Artikel Terkait